About “Cita-cita”

Cita-cita adalah suatu kata yang saya anggap hanya akan menjadi fantasi belaka. Bukan bermaksud pesimis, tetapi memang inilah kenyataan. Banyak orang yang selalu bertanya kepada seorang anak kecil. “Apa cita-citanya ketika kelak dewasa nanti, dek?”. Anak tersebut kemudian menjawab “Dokter”. Percakapan tersebut saya anggap hanya percakapan standar antara orang dewasa ketika bertemu dengan anak kecil pertama kalinya tanpa ada perwujudan ke arah cita-cita ketika kita dewasa. Continue reading About “Cita-cita”

Perbedaan RAM DDR3 dengan DDR3l

RAM DDR3 merupakan RAM generasi terbaru yang sedang menjamur di pasaran. Tapi tahukah anda bahwa ada DDR3l? Laptop-laptop keluaran terbaru sekarang tidak banyak yang telah menggunakan RAM DD3l. Huruf ‘l’ itu bermakna low voltage.

Nah secara kasat mata, kedua RAM tersebut sulit dibedakan. Cara mengeceknya yaitu dengan melihat voltase dari RAM yang kita miliki. RAM DDR3l memiliki daya yang lebih kecil di banding RAM DDR3 biasa. Jika RAM DDR3 biasa mempunyai voltase 1.5V, sedangkan DDR3l memiliki voltase 1.35V.

Jadi untuk menentukan RAM kita DDR3 biasa atau DDR3l, kita bisa melihatnya menggunakan bantuan CPU-Z.

  1. Buka CPU-Z
  2. Klik Tab SPD
  3. Lihat di bagian bawah yang terdapat info mengenai voltase pada bagian ‘Timings Table’
  4. Jika angka menunjukan 1.5V, berarti RAM anda termasuk DDR3 biasa, apabila menunjukan angka 1.35V, berarti RAM anda sudah DDR3l.

Perbandingan SDRAM dan DDRIII

Random Access Memory atau sering kita sebut RAM. Bagian yang kecil ini merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah komputer selain processor, I/O.

RAM berguna untuk menyimpan block-block memory yang sedang dipakai oleh processor. Ketika processor akan melakukan suatu proses, dia akan mencari block-block alamat yang akan dia gunakan, jika tidak ada dia akan mencari ke Harddisk, setelah alamat tersebut digunakan, block tersebut akan disimpan dalam RAM agar proses yang Continue reading Perbandingan SDRAM dan DDRIII

Hak Akses Di Linux

Hak Akses Di Linux di Bagi Tiga (3) menjadi :

1. Read (r)

2. Write (w)

3. Excecution (x)

User-user yang mendapat hak akses linux adalah :

1. User (Diri Kita Sendiri/Admin)

2. Group (Account yang bukan admin, biasanya terdapat saat akan Login)

3. Other (Group Lain)

 

Nah untuk syntaks di Linux itu sendiri dibagi menjadi 2 dalam penulisannya,

1. Mode Symbolic

2. Mode Numerik

Mode Symbolic merupakan syntaks dengan simbol2 di atas (r, w, x), sedangkan Mode Numerik menggunakan bilangan biner.

Langsung saja!

Untuk Mode Symbolic : chmod rwx, rwx, rwx (namafile).

Untuk Mode Numeric : chmod 777 (namafile).

Arti dari penulisan di atas adalah ‘chmod’ adalah command untuk merubah hak akses, sedangkan arti dari rwx diatas adalah read(r), write(w) dan excecution(x) dengan urutan user, group, other. Sedangkan untuk mode Numerik 777 mewakili ‘user’, ‘group’, ‘other’ yang masing2 bernilai 7, dimana 7 adalah desimal dari biner -> 111 dimana satu tersebut menunjukan rwx di atas.

Contoh lain.

Mode Symbolic : chmod rw-, r–, rwx (namafile)

Mode Numerik : chmod 647 (namafile)

Berarti user mendapatkan akses read dan write saja, group mendapatkan akses baca saja, sedangkan other mendapatkan akses seluruhnya.

angka 647 -> 6 (110 -> rw-), 4 (100 -> r–), 7 (111-> rwx).

Applying Research to Our Teaching of ICT – Prof. Bruce Waldrip

Seminar yang diadakan oleh Dosen-dosen Prodi Ilmu Komputer FPMIPA UPI Bandung pada tanggal 7 November 2013, mengundang Prof. Bruce Waldrip sebagai pembicara yang mengangkat tema tentang “Applying Research to Our Teaching of ICT”.

Materi yang disampaikan selama 3 jam oleh beliau menuturkan bahwa penggunaan Teknologi harus dapat diterapkan di seluruh bidang pendidikan terutama belajar mengajar. Para guru harus pintar-pintar memanfaatkan gadget mereka, bukan hanya sekedar “style” saja, melainkan harus dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Selain untuk mengenalkan teknologi kepada siswa, proses belajar mengajar pun tentu akan sangat menyenangkan dan memudahkan guru tersebut dalam penyampaian materi. Tetapi teknologi tetap saja bukanlah guru. Teknologi tidak akan pernah menggantikan seorang guru dalam proses belajar mengajar. Karena teknologi mempunyai keterbatasan. Jadi peran teknologi di sini adalah sebagai jembatan antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Konfigurasi Access Point Linksys

Diatas merupakan gambar Access Point Linksys. Access Point Linksys bisa digunakan sebagai :

  • Access Point
  • Access Point Client
  • Access Point Repeater
  • Bridge

Linksys yang akan kita gunakan, sebelumnya sudah memiliki IP yang kita tidak ketahui. Oleh karena itu kita harus mensetting ulang terlebih dahulu. Caranya, dibalik linksys ini, terdapat tombol “reset” yang bisa ditekan oleh pena atau sejenisnya yang ujungnya runcing. Tekan tombol tersebut sampai lampu yang berada didepannya berkedip. Jika sudah, maka Access Point ini sudah kembali ke mode awal dengan IP 192.168.1.245. Continue reading Konfigurasi Access Point Linksys

Review Seminar Internasional Ilmu Komputer UPI

Seminar Internasional Ilmu Komputer UPI yang dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2013 yang berlangsung di gedung Isola Resort UPI merupakan bagian dari Seminar Internasional yang diadakan oleh seluruh Jurusan dan Prodi FPMIPA UPI.

Dalam seminar internasional yang diadakan oleh Prodi Ilkom terdapat beberapa materi yang disampaikan oleh beberapa pakar yang diantaranya Prof. dari UPI sendiri. Continue reading Review Seminar Internasional Ilmu Komputer UPI

Model Status Proses pada Windows

Definisi Proses

Sebelum kita mengenal status proses pada windows, tentu saja kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu proses. Pengertian proses dalam konteks Sistem Operasi adalah Program yang sedang di eksekusi oleh Sistem Operasi.

Status-status dalam Proses

  1. New, merupakan status yang menandakan sebuah Proses yang baru/akan dibuat.
  2. Running, merupakan status untuk proses yang sedang dieksekusi oleh CPU.
  3. Waiting, status untuk proses yang sedang menunggu jatah waktu oleh CPU.
  4. Ready, status untuk proses yang siap untuk diekseskusi oleh CPU.
  5. Terminated, merupakan status untuk proses yang dihentikan/telah selesai di eksekusi oleh CPU.

Status-status tersebut dapat digambarkan oleh gambar dibawah ini :

unduhan

Alurnya dalam perubahan status proses adalah sebagai berikut :

Program berada di tahap ‘baru’, kemudian program tersebut siap dieksekusi oleh CPU ‘siap’. Setelah itu, program dieksekusi, saat program ‘berjalan’ jika program tersebut membutuhkan pengolahan I/O, maka program tersebut masuk ke state ‘menunggu’. Setelah pengolahan I/O selesai, program tersebut masuk ke mode ‘siap’ yang berarti siap untuk dieksekusi kembali. Selesai di eksekusi, program tersebut keluar ‘terminasi’.

 

Referensi : http://dimarmeazza.blogspot.com/2012/04/proses-dan-thread-pada-sistem-operasi.html

Perbedaan Pentium 4 dengan Core i7.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat mahasiswa yang menekuni bidang seperti saya di Jurusan Ilmu Komputer harus selalu update, bahkan kita harus selalu memiliki bayangan akan seperti apa teknologi yang akan kita buat di masa depan nanti.

Pentium 4, kata yang sudah tidak aneh terdengar pada tahun 2000, dimana sekarang kata pentium sudah menjadi bahan ejekan untuk orang-orang yang berarti “lemot”. Memang jika dibandingkan dengan masa-masa sekarang dimana prosessor sudah jauh berkembang dengan prosessor keluaran intel yaitu core i7 yang tentu saja sangat jauh sekali dibandingkan dengan pentium 4 dimasa tahun 2000-an.

Nah, apasih yang membuat Prosessor Core i7 jauh lebih cepat dibandingkan Pentium 4?

Jawabannya ada pada core atau inti prosessornya. Jika di Pentium 4, hanya menggunakan satu Core dalam pengolahannya, di Core i7 yang terbaru sudah mencapai 4 Core dengan 8 Thread.

Muncul pertanyaan baru, apa itu Thread?

Hyper-Threading (HT) atau sering dibilang Thread inilah yang membuat perkembangan prosessor menjadi luar biasa seperti sekarang. Teknologi HT ini berguna untuk memaksimalkan kerja prosessor dimana prosessor dengan satu core dapat terdeteksi oleh windows menjadi dua core, atau sering disebut Core 2 Duo dimana Satu core dipecah menjadi dua.

Apa yang membuat Prosessor dapat terdeteksi oleh windows menjadi dua core? Jawabannya adalah prosessor yang digunakan dalam pentium 4 yang menggunakan satu core hanya dapat melakukan satu pengolahan saja. Walaupun masih terdapat banyak memori yang tersisa. Nah memori tersebutlah yang digunakan oleh Intel agar dapat dimaksimalkan oleh Sistem Operasi agar dapat digunakan untuk melakukan kegiatan yang lainnya.

Intel mengeluarkan teknologi yang beranama ‘cache’. Dimana fungsi dari cache ini sama seperti main memory biasa (RAM) yang berguna untuk mengakses alamat-alamat yang akan digunakan oleh Prosessor, yang mana pekerjaan tersebut bisa dilakukan didalam cache. Cache bertempat di dalam prosessor, tidak seperti main memory yang ditempatkan terpisah dengan prosessor. Hal ini tentu saja membuat transfer data menjadi lebih cepat karena jarak tempuhnya berkurang.

Walaupun cache berfungsi seperti main memori, tetapi main memory tetap tidak dapat tergantikan, karena permintaan alamat yang akan disimpan di cache pasti berasal dari main memori. Saat prosessor meminta suatu alamat kepada main memori, alamat tersebut kemudian disimpan di dalam cache agar saat prosessor membutuhkannya lagi, alamat tersebut tinggal mengambilnya dari cache tidak perlu ke main memori. Walaupun demikian, tidak seluruh alamat bisa disimpan, karena kapasistas cache terbatas dikarenakan letaknya yang berada di dalam prosessor. Teknologi ini sudah diterapkan pada pentium 4.

Berlanjut dari teknologi Pentium 4 dan Core 2 Duo muncul Dual Core. Dimana Core yang biasanya hanya terdapat satu, sekarang digabung menjadi 2 Core dalam satu inti. Hal ini tentu saja membuat prosessor dapat bekerja dua kali lebih cepat.

Jika dilihat di dalam Generasi Core i7 dimana generasi ini sudah menggabungkan 4 core menjadi satu kemudian setiap core tersebut memiliki HT yang tentu saja dapat melakukan kegiatan layaknya 2 core, maka core i7 layaknya memiliki 8 core didalamnya.­­